10 menit sebelum adzan maghrib
aku pergi ke minimarket untuk membelikan rafi, adik bungsuku minuman kaleng pereda panas dalam. cepat-cepat, aku mengambilnya di rak pojok dan membawanya ke kasir yang sudah ramai.
seorang pria tak kukenal, mungkin lebih tua setahun dua tahun dariku, memakai kaos cokelat kayu dan rambutnya agak gondrong, mundur dari antrian dan memberi ruang di depanku.
ketika gilirannya dia diam, aku menoleh padanya, isyarat ini giliranmu. dan dia mengangkat alis. silakan, kamu dulu.
mungkin biasa, tapi ini pertama kali ada seseorang yang yak takkukenal seperti itu padaku.
dan adzan maghrib berkumandang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar