terpitam
kau kelam
semua menghitam
dan kini semua padam
menjauh ku merapuh
mendekat ku tersekat
menepi kau tak mengerti
milikmu kuikuti
yang mana itu pentung
seakan terpasung
sudah mematung
ya... mungkin bukan
pada semarang kuikhlaskan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar