Senin, 18 September 2017

Berhentilah

Kau menerka nerka langkahku
Kau menebak nebak keangkuhanku
Mencoba memahami diamku dari sudut pandangmu
Sibuk dengan pemikiran mu
Menjelajah luasnya ruang khayalmu
Berhentilah, teriakku dalam hati
Tak akan sampai pada nyataku
Tak akan menyentuh rasaku
Sebelum kau tahu dari sudut pandangku
Namun,
Aku tak mau memberitahumu jadi aku
Pun tak ingin menceritakan lukaku
Berhentilah meski kau tak tahu
Berhentilah, doaku malam ini

Jumat, 15 September 2017

Trauma

Siapa dia? Berani beraninya menggempakan bumi jiwaku.
Membuatku menghindari tatapan sepasang mata untuk beradu.

Siapa dia? Bisa bisanya dia mengguncang sudut hatiku yang rapuh.
Membuatku membisu dan semuanya menjadi kaku.

Siapa dia? Tega teganya dia melumpuhkan otot kakiku untuk kembali melangkah.
Membuatku mengingat hal yang tak ingin lagi kurasa.

Senja ini aku temui orang yang keterlaluan itu.
Kutatap matanya. Kupandangi wajahnya. Kuselami hatinya. Kupahami kondisinya.

Aah. Aku mengenalnya.
Salahnya untuk lupa menyayangi diri sendiri.
Sabarnya untuk menyakiti diri sendiri.
Aku memaafkannya dan membiarkanku disembuhkan waktu.

Aku benar-benar mengenalnya.
Dia aku.