Selasa, 21 Oktober 2014

Repost : Ada di Langit - Kurniawan Gunadi

Aku tinggal dibumi. Tapi, carilah aku di langit. Sebab aku tertahan diantara bintang-bintang. Kau jemput aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Kau tengadahkan tanganmu atau bersujud, berdoalah untuk memintaku. Aku tertahan dan garis batas yang membentang diantara kita selebar langit dan bumi.  
Aku tinggal di bumi, tapi carilah aku dilangit. Di sepertiga malammu saat Tuhan turun ke langit bumi. Mintalah aku yang berada di genggaman tangan-Nya. Percuma mencariku di bumi, sebab kunci itu ada d langit. Kunci yang akan menghapus garis batas diantara kita. Mengubah garis yang tadinya neraka, menjadi surga. 
Aku berada di tempat yang tidak bisa kau temui di bumi. Tapi kau bisa menemuiku di langit, meski bukan wujud kita yang bertemu. Melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasana-Nya. Temukan aku di langit, didalam doa-doa panjangmu. Didalam harapanmu. 
Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa. Jemputlah aku dilangit. Sebab aku tahu, kau mengenalku bukan karena nama dan rupa. Doa kita telah bertemu sebelum fisik kita. 
Mudah bagi-Nya membuat kita kemudian bertemu. Tidak hanya bertemu namun juga disatukan. Sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan.
Pertemuan kita yang pertama berada di langit, kan? Sekarang kau tahu, mengapa aku memintamu mencariku di langit? 
Bandung, 11 Februari 2014 | (c)kurniawangunadi
ini adalah karya mas gun yang pertama kali saya baca. saya langsung jatuh hati. sampai kini, masih yang paling saya sukai. :)

Sabtu, 18 Oktober 2014

Repost : Jangan Berhenti - Kurniawan Gunadi

Jangan mundur, aku berdoa dalam hati. Jangan berhenti hanya karena cara berpakaianku belum rapi. Mungkin kata orang belum syari. Aku ingin menjaga diri. Maukah kau mengajari?

Jangan berhenti hanya karena aku tidak paham ilmu agama ini. Aku ingin belajar tapi tak punya tempat dan teman. Maukah kau menemani?

Aku memang tidak baik. Tapi aku mau belajar. Apa kamu bisa mengerti?
Bila caraku ini salah, ingatkanlah. Aku hanya tidak tahu bagaimana meluruskan diriku sendiri. Aku ingin dibimbing.

Kau sudah mengenalku sejauh ini, kan?

Jangan berhenti, tapi tolong jangan buat aku bergantung. Aku paham mungkin ditengah perjalanan kau akan meninggalkan. Merasa aku tak kunjung mengerti, tak kunjung berubah. Aku (sepertinya) tidak masalah. Aku akan belajar mengerti.

Kau sudah mengenalku sejauh ini, kan?
Bandung, 26 Juni 2014

Minggu, 05 Oktober 2014

sembunyikan

sembunyikan aku, karena aku tak ingin dunia melihatku.
dunia tak mengerti, namun dunia menghakimi.

biarkan aku disini.
biarkan aku menikmati.
biarkan aku dengan 5 centi di depan keningku.
biarkan aku dengan mereka penyebab senyumku.
biarkan aku dengan hidupku.

sembunyikan aku, karena aku sakit setiap dunia melihatku.
dijatuhkan gengsi. dielus kesenjangan.
lalu kepada siapa aku harus berontak?

sembunyikanlah aku sejenak, dunia tak perlu melihatku.
tidak.. dengan tatapan itu.