setiap murka yang ingin kuledakkan, setiap kecewa yang ingin kuuapkan, setiap kata yang ingin kulontarkan, hanya berwujud air mata..
entah aku tak ingin, entah aku tak mampu, entah aku tak bisa..
entah aku tak mau mereka mendengar, entah aku tak tega..
terlalu rapuh? terlalu ringkih?
atau seperti bayi yang menangis kehausan?
ya, aku haus akan...akupun tak mengerti apa yang hatiku mau.
aku ingin mencari topeng yang lebih tebal.
atau seseorang yang bisa membaca bahasa air mata wanita.
adakah?